• Jelajahi

    Copyright © anaberita.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bukan Einstein, Inilah Manusia Paling Cerdas di Dunia

    anaberita.com
    , April 25, 2022 WIB
     


    ANABERITA.COM, Selama ini kita dikenalkan secara masif bahwa manusia paling cerdas adalah Albert Einstein, padahal sesungguhnya bukanlah dia melainkan para nabi. Hal ini disampaikan oleh seorang ilmuawan Muslim bernama Ibnul Jauzi dalam salah satu karangan bukunya.

    Ini pula yang  disampaikan Ahli Sejarah Islam Ustadz Budi Azhari dalam salah satu ceramahnya di youtube. Disampaikan Budi Azhari, Islam memiliki perspektif sendiri tentang menilai kecerdasan manusia dan itu secara lengkap ada dalam Al-Qur'an.

    Sayangnya, kata dia, umat Muslim sedikit yang mengerti tentang hal ini termasuk sejarah orang - orang cerdas yang dimiliki Islam dan pernah memimpin perabadan berabad - abad lamanya.

    "Einstein itu berapa IQnya, kalau tidak salah 160. Itu belum seberapa karena sesungguhnya sebagaimana disampaikan Ibnu Jauzi dalam kitabnya bahwa manusia paling cerdas adalah para nabi disusul para sahabat sampai kepada para ulama. Sayang itu tidak dipelajar oleh sebagian besar Muslim sehingga tidak mengerti," kata Budi Azhari.

    Ibnul Jauzi atau Abu al-Faraj ibn al-Jauzi (508 H-597 H) adalah seorang ahli fikih, sejarawan, ahli tata bahasa, ahli tafsir, pendakwah, dan syekh yang merupakan tokoh penting dalam berdirinya kota Baghdad dan pedakwah mazhab Hambali yang terkemuka di masanya. Garis keturunan (nasab) keluarganya apabila ditelusuri akan mencapai kepada sahabat nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq.


    Ibnul Jauzi menempuh pendidikan agama secara tradisional dan menempuh karier sebagai pengajar yang kemudian pada tahun 1161 M berhasil menjadi pengajar di dua perguruan tinggi agama. Ibnul Jauzi menjadi ulama yang terkemuka khususnya pada ilmu hadis sehingga ia dijuluki al-Hafizh.

    Karya-karya Ibnul Jawzi menunjukan betapa dia mewarisi ajaran mazhab Hambali. Sebagian besar karyanya adalah bertema hagiografi dan tema-tema yang sifatnya mengandung polemik (polemical nature). 

    Bidang ketertarikannya secara khusus adalah penilitian kritis dan mendalam terhadap aliran mistisme (tasawuf), dan menyatakan bahwa para mistikus (sufi) sejati seharusnya adalah mereka yang cara hidupnya mencocoki para sahabat nabi. 

    Karya tulisnya disebutkan hingga mencapai 300-an juduldan yang terkenal diantaranya adalah, Zad al-Masir, kitab tafsir Al-Qur'an; Maudluat Kubra, kitab kumpulan hadis-hadis palsu; Talbis Iblis; Minhajul Qashidin, sebuah kitab revisi atas kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali; Shaidul Khatir. (dbs)
    Komentar

    Tampilkan

    Momentum

    EKONOMI BISNIS

    +